Senin, 24 September 2018

Perlukah menggunakan fitur Auto Ads pada Adsense?

Perlukah menggunakan fitur Auto Ads pada Adsense?


Memang bukan menjadi sesuatu yang baru, tetapi nampaknya fitur yang dulunya bernama Page Level Ads ini menurut saya layak untuk kita bahas dalam artikel ini, mengingat banyak sekali para publisher Adsense yang bingung dengan fitur yang sudah berubah nama menjadi Auto Ads tersebut.

Kalau tidak salah fitur ini di luncurkan pada akhir tahun 2017 lalu dan ketika itu saya memang di buat heran, apasih fungsinya? ternyata setelah mencoba ini adalah inovasi terbaru dari Google Adsense dalam implementasi pemasangan iklan yang lebih effisien.

Kenapa tidak disertakan effective? Karena menurut saya pribadi jenis fitur inovasi seperti ini belum bisa effective sekarang ini, alasanya? kita akan bahas nanti.

Sebelum itu bagi anda yang baru saja kenal dengan yang namanya Adsense dan ingin tahu apasih fungsi sebenarnya dari fitur Auto Ads tersebut, maka akan saya jawab dengan gaya bahasa dan pengetahuan saya, jika salah tolong koreksi.

Fitur Auto Ads adalah merupakan terobosan terbaru dari Google Adsense, dimana para Publisher hanya perlu menempatkan satu kode iklan Auto Ads tersebut kedalam template, maka iklan akan otomatis terpasang di tempat yang tepat menurut alogritma.

Selanjutnya konon kabarnya fitur Auto Ads tersebut bisa memindai seluruh kode HTML Blog anda, sehingga untuk peletakan iklan akan akurat atau persisi, lalu kabar baiknya adalah fitur ini juga sudah support dengan tipe Tempalate AMP (accelerated mobile page).

Terdengar hebat bukan, apakah memang sehebat itu?


Ketika pertama kali mencoba benar saja, iklan akan tampil di temapt yang tempat, misalkan di bagian sidebar, dalam artikel dan pada bagian footer dan hebatnya lagi iklan tersebut juga akan muncul dengan jumlah yang lebih banyak jika artikel tersebut panjang.

Uniknya lagi komposisi peletakan iklan melalui fitur Auto Ads tersebut bisa berbeda-beda dari satu user ke user lainnya, tergantung konten dan tergantung dari kondisi Blog itu sendiri, misalkan koneksi lagi lamban, maka inventory iklan akan di load dengan terbatas, jika cepat maka akan di maksimalkan.

Maka dengan demikian di atas kertas harusnya fitur ini menjadi sebuah senjata hebat dari Google Adsense, karena memiliki sifat yang revolusioner, sehingga dengan demikian para Blogger tidak perlu repot-repot lagi dalam melakukan pemasangan unit iklan yang notabene harus mengerti sedikit terkait kode HTML.

Untuk bisa menggunakan Auto Ads tersebut, anda hanya harus Login ke Dashboard Adsense, lalu masuk ke My Ads >> Auto Ads.


Masuk ke menu "SETUP AUTO ADS" , maka anda akan mendapato kode dari Auto Ads tersebut, pasang di bagian atas tepat di bawah tag <head>.


Jika sudah Save Template dan lakukan Konfiguasi dengan menekan icon gambar pensil dan silahkan pilih iklan jenis mana saja yang ingin anda tampilkan.


Jika sudah tunggu kurang lebih 15-30 menit maka harusnya iklan Adsense akan otomatis muncul pada Template Blog yang anda kelola.

Perlukah menggunakan fitur Auto Ads pada Adsense?


Setelah itu? Sebenarnya bukan cara pemasangannya yang saya bahas, tetapi adalah pendapat saya pribadi apakah sebenarnya jenis fitur ini perlu kita aktifkan?

Maka jika itu saya, maka saya tidak akan mengaktifkan fitur ini, karena ada beberapa alasan di balik keputusan tersebut, yang antara lain adalah sebagai berikut :

1. KACAU

Loh kenapa? karena iklan yang di tampilkan bisa mengumpet pada element yang seharusnya tidak di pasangi iklan, contohnya?

Bisa di mana saja seperti di dalam kotak komentar, di bagian credit footer bahkan bisa berada tepat di atas gambar posting yang jika di lihat itu terlihat berantakan, inilah alasan pertama saya tidak menggunakan fitur Auto Ads tersebut.

2. MUNCUL IKLAN TIDAK BISA DI PREDIKSI

Memang benar anda bisa saja memilih jenis iklan mana saja yang ingin anda tampilkan, tetapi anda tidak bisa memutuskan jumlah dan tipe iklan yang akan di tampilkan di tempat tertentu, sehingga hasilnya yang muncul akan random.

Maka dari itu jangan heran jika iklan Native Ads (Matched Content) bisa muncul di tempat yang tidak seharusnya, seperti di bawah Credit Footer, inilah yang saya alami sewaktu mencoba fitur baru dari Adsense tersebut.

3. JUMLAH IKLAN YANG BISA BERLEBIHAN

Hal ini juga tidak bisa anda atur, meski tidak ada lagi peraturan pembatasan jumlah iklan, melalui fitur Auto Ads tersebut iklan yang di tampilkan bisa cenderung lebih banyak dan tentu saja bisa jadi membuat loading Blog melamban dan User Experience menjadi berkurang pointnya.

Terlebih lagi, tidak semua iklan yang di Load itu muncul, sebagiannya akan menjadi Blank, saya tidak tahu mengapa hal ini terjadi, apakah Iklan yang tampil tersebut memang berat atau jaringan internet saya yang lagi lemot, tetapi setiap kali saya melihat ke konten Blog saya, saya pasti menemukan 1 atau 2 buah iklan yang kosong.

Harusnya jika di pikir secara Logika, iklan pada Auto Ads tersebut bisa muncul semua, karena sifatnya yamg otomatis, untuk hal ini saya kurang begitu mengerti sebab dan masalahnya.

4. TIDAK SUPPORT SEMUA JENIS TEMPLATE

Sebelumnya saya pikir, iklan dari Auto Ads tersebut bisa berkerja dengan baik di semua jenis Template, karena sewaktu percobaan pertama saya memang muncul dengan baik dan juga mempunyai performa yang juga sama baiknya.

Namun, ketika saya mencobanya di Blog lain, maka hasilnya tidak muncul, lalu saya coba pasang di semua Blog yang saya kelola, dari 5 Blog tersebut hanya 4 yang bisa meload iklan dari fitur Auto Ads tersebut, satu lainnya tidak bisa.

Maka asumsi saya bisa jadi fitur Auto Ads tersebut tidak bisa melakukan scanning dari Template yang saya gunakan, padahal template tersebut saya beli secara premium, maka setelah itu saya punya jawaban dari hal ini.

Itu karena kemungkinan Algoritma dari fitur Auto Ads tersebut tidak bisa membaca markup dari Template yang saya gunakan di salah satu Blog yang saya kelola, ternyata benar saja, ketika saya coba mengganti Template tersebut, maka iklan dari Auto Ads bisa muncul.

Berarti masalahnya muncul dari Template, maka saya bisa mengambil kesimpulan, bahwa pada faktanya fitur Auto Ads tersebut mungkin tidak bisa berkerja di beberapa jenis Template Blogger.

5. CPC/BPK DAN CTR CENDERUNG KECIL

Inilah hal kelima yang membuat saya tidak menggunakan fitur tersebut, karena harapan pertama saya ketika menggunakan fitur ini adalah pendapatan meningkat karena jumlah Klik yang juga ikut meningkat.

Kenyataannya tidak sama sekali, ratio CTR/RKT cenderung turun, asumsi saya di karenakan mungkin penempatan iklan otomatis tersebut tidak berada pada posisi dan letak yang strategis, karena di pilih secara random (mungkin?).

Selanjutnya effect lain yang saya rasakan adalah kecilnya biaya per klik atau kerap di sebut BPK, mungkin karena inventory iklan yang di load banyak, jadi iklan berbudget besar tidak terklik karena mungkin di tempatkan di posisi yang kurang strategis.

Ke-5 hal di atas adalah pengalaman yang saya alami sendiri ketika menggunakan fitur Auto Ads tersebut dengan durasi waktu 1 minggu, lalu apakah saya benar-benar tidak menggunakan fitur Auto Ads tersebut sekarang?

Tidak juga, sekarang saya menggunakannya tetapi hanya untuk memunculkan tipe iklan Anchor dan Vignette, untuk jenis tipe unit iklan lainnya saya masih tetap menggunakan cara lama, yaitu meletakan kode Iklan tersebut secara manual, di tempat yang strategis menurut saya.

Lalu apakah anda harus mengikuti saya? Saya pikir tidak juga, untuk keputusan apakah anda harus menggunakannya atau tidak, itu anda sendiri yang memutuskan, bisa jadi di Blog yang anda kelola fitur ini berkerja dengan maksimal, maka saya pikir fitur ini wajib anda aktifkan.

Karena bisa jadi setiap Blog itu menunjukan hasil yang berbeda, untuk itu jika anda ingin mengetahuinya silahkan anda coba sendiri, saran saya gunakan dalam waktu 7 hari, maka anda akan tahu dampak seperti apa yang akan anda terima.

Sebenarnya fitur ini lebih di tujukan kepada siapa sih? mungkin di tujukan ke beberapa pihak sebagai berikut :


1. Pemula yang baru saja mengenal Adsense
2. Blogger yang tidak mau ribet dalam implementasi kode HTML iklan Adsense
3. Blogger yang kurang memahami kode HTML
4. Blogger yang menganggap fitur ini keren dan bisa menghasilkan lebih banyak income

Perlu anda ketahui sebenarnya fitur Auto Ads ini bisa menjadi cukup garang dalam menghasilkan pundi-pundi uang dengan cara mengkombinasikannya dengan iklan yang di tempatkan secara manual.

Maksudnya adalah anda bisa mengaktifkan fitur Auto Ads bersamaan dengan aktifnya Iklan Adsense yang telah anda letakan secara manual sebelumnya, dengan demikian maka harusnya iklan bisa muncul di tempat yang strategis (Iklan yang anda pasang secara manual) dan iklan juga bisa muncul di tempat yang menurut Algotima strategis (Auto Ads).

Anda bisa mencoba hal ini, tetapi anda juga akan banyak mendapati iklan Adsense yang menjadi Blank, saya sendiri pernah mencobanya dan saya berhenti melakukannya, bukan karena pendapatan saya menjadi menurun, tetapi saya lebih memperhatikan kecepatan Blog dan Kerapihan dari Blog yang saya kelola.

Jadi, cara satu ini bisa anda terapkan, jika anda ingin hasil yang lebih besar dari sebelumnya, tetapi saya tidak bisa menjamin hal tersebut secara penuh, karena mau bagaimanapun besaran pendapat Iklan yang anda terima itu bergantung dari Banyaknya Visitor, Klik, dan pastinya konten anda sendiri.

Lalu kesimpulan akhirnya, apakah perlu mengaktifkan fitur Auto Ads pada Adsense? Anda pasti sudah tahu jawabannya dengan membaca artikel yang sudah saya tulis dengan panjang lebar di atas.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact