Jumat, 21 September 2018

Uji performa in-article ads vs display ads Adsense, mana yang lebih baik?

Uji performa in-article ads vs display ads Adsense, mana yang lebih baik?

Uji performa in-article ads vs display ads Adsense, mana yang lebih baik?

Tidak seperti dulu, sekarang ini sudah ada banyak jenis iklan Adsense yang bisa anda gunakan untuk melakukan optimasi pendapatan di Blog yang anda kelola, mulai dari Traditional Ads seperti Display & Text Ads lalu ada juga Link Ads dan yang terbaru kali ini ada Native Ads yang berkerja dengan sangat baik dan menyatu dalam konten artikel yang anda buat.

Lalu manakah yang terbaik antara kedua jenis Traditional Ads vs Native Ads? maka itulah yang akan saya bahasa pada artikel kali ini, kita akan membuktikan mana yang lebih baik dari kedua buah jenis formal iklan Adsense yang berbeda tersebut.

Sebelumnya perlu anda ketahui bahwa iklan Native Ads ini sudah hadir pada tahun 2016 lalu hingga sekarang, dulunya bentuk iklan Native Ads hanya berupa rekomindasi berupa Related Ads, dan pada tahun 2017 muncul format baru yang semakin menjelma mirip konten artikel yang kalau menurut Google ini akan sangat bagus untuk meningkatkan user experience sekaligus meningkatkan pendapatan, benarkah itu?

Sekarang mungkin iya, tetapi tahun lalu tidak sama sekali, karena iklan Native Ads tersebut pada tahun lalu sampai awal tahun ini, memunculkan performa yang sangat buruk menurut saya pribadi, karena inventory iklan lokal sangat sedikit dan yang iklan yang muncul sama sekali tidak relevant, misalkan anda membahas tentang tutorial smartphone, maka yang muncul adalah iklan terkait bentuk usus yang kotor, maka dengan demikian hampir tidak ada klik iklan yang terjadi dan kalaupun di klik CPC/BPK nya akan sangat rendah.

Uji performa in-article ads vs display ads Adsense, mana yang lebih baik?


Lalu bagaimana performa Native Ads sekarang ini? inilah yang membuat saya tertarik untuk berbagi masalah ini dengan anda, karena menurut saya pribadi ada peningkatan signifikan dari jenis iklan satu ini, berikut adalah experiment yang saya lakukan terhadap Native Ads vs Traditional Ads.

Dalam kasus ini saya menggunakan Native Ads dengan dengan in-article ads lalu akan saya adu dengan Traditonal Ads berupa jenis Display & Text ads.

Sebelumnya saya gambarkan dulu terkait jenis dari kedua buah iklan yang akan kita lihat kinerjanya tersebut dalam beberapa hari waktu experiment yang saya lakukan.

# Display & Text Ads

Iklan ini merupakan iklan andalan hampir dari seluruh Publisher Adsense, karena faktnya iklan ini selalu di hadirkan mau itu dalam versi desktop dan versi mobile, untuk tampilannya sendiri, rata-rata seperti banner dan sering kali juga muncul dengan Text, berikut kurang lebih gambarannya :

Contoh Iklan Display & Text Ads

Kekurangan dari iklan satu ini adalah lambannya load dari element iklan yang di panggil, sehingga seringkali iklan baru muncul setelah beberapa detik, terlebih lagi jika itu menggunakan banner yang besar dan dengan kualitas gambar yang bagus, tentu akan mnggunakan resource data yang lebih besar dalam melakukan load dari iklan yang di panggil tersebut.

Untuk performanya sendiri sudah tidak di ragukan lagi, jenis iklan satu ini akan muncul dengan iklan yang relevant dengan konten Blog yang anda buat, karena bisa muncul dengan tipe Personalized Ads atau berbasis Contextual.

# In-articel Ads

Jenis iklan baru satu ini, sekarang ini telah menjadi jenis iklan andadalan bagi beberapa Blogger, karena load dan tampilan dari iklan yang sangat cepat loadnya dan mudah membaur dengan konten Blog, jadi CTR bisa meningkat dengan adanya jenis iklan satu ini, berikut adalah gambaran jenis dari iklan yang di maksud :

Contoh Iklan In-Article Ads

Kekurangan dari iklan In-article Ads adalah sedikitnya inventory iklan local yang tersedia, jika di bandingkan iklan Display Ads maka inventory iklan In-article Ads ini sangat jauh lebih sedikit, maka jagan heran iklan luar negeri lebih biasa muncul dari iklan dalam negeri.

Untuk kelebihannya sendiri, sudah pasti akan meningkatkan user experience dan jenis iklan satu ini tidak akan mengganggu mata atau fokus, karena tampilannya yang sangat sederhana dan di buat mirip dengan konten Blog anda.

Aturan main dari Experiment performa kali ini adalah sebagai berikut :

1. Uji coba di lakukan selama 6 hari pada tanggal  17 hingga 22 September 2018.
2. Ikan yang di uji coba adalah in-article ads dan display & text ads.
3. Masing-masing iklan di tampilkan sebanyak 3 hari dan 3 hari, yaitu sebagi berikut :

Display & Text Ads 
17 hingga 19 September 2018

In-article Ads
20 hingga 22 September 2018

4. Iklan yang di tampilkan hanya 1 satu buah, selama 6 hari masa percobaan.
5. Peletakan iklan di letakan pada akhir paragraf 1 yang menurut saya paling bagus dalam CTR.
6. Untuk ukuran iklan yang akan di gunakan adalah sebagai berikut :

Display & Text Ads 
Desktop : 336 x 280
Mobile : 300 x  250

In-article Ads
Desktop : Responsive
Mobile : 300 x  250

7. Iklan di tampilkan pada Blog dengan Niche gado-gado, karena biasanya pada Niche ini Iklan jarang Blank.
8. Spesifikasi traffic Blog yang di uji coba adalah sebagai berikut ;

Page views (Google Analytics) : 3.600 - 4.000
Page views (Adsense) : 3.100 - 3.500

Berikut adalah hasil dari experiment yang saya kerjakan selama 6 hari :

Traditional Ads Report

Native Ads Report

Itulah hasil dari Experiment yang saya lakukan selama 6 hari, maka saya mendapatkan analisis sebagai berikut :

1. Performa Iklan Native Ads sekarang sudah lebih baik dari Traditional Ads, dapat di lihat dari ratio Page Views dan CTR
2. Iklan Blank lebih terminimalisir pada jenis iklan Native Ads, terbukti dari jumlah Page Views Adsense yang terlihat lebih banyak beberapa persen dari Traditional Ads.
3. CTR Native Ads menjadi lebih tinggi, karena ratio keterlihatan lebih besar dan lebih mengundang Klik secara alami.
4. Kenaikan Page Views dan CTR pada In-Article Ads hingga 2% lebih, di karenakan hari Weekend pada tanggal 22 September.
5. Jumlah Klik banyak terjadi di perangkat Mobile dengan ratio 90% dan Desktor 10%.

Beberapa pertanyaan yang mungkin muncul :

Kenapa tidak secara langsung di ambil dari Screenshot report Dashboard Adsense? Karena pada aturannya pihak Google tidak menginjinkan kita memperlihatkan statistik dari kinerja Adsense secara langsung, jadi saya buatkan tabel sendiri berdasarkan statistik nyata yang terjadi, agar saya tidak terkena pinalty.

Kenapa jumlah nilai CPC tidak di sertakan? Sekali lagi ini merupakan sebuah pelanggaran, jika kita memperlihatkan nilai CPC, hal ini sudah di tegaskan oleh pihak Google, karena mungkin akan mengganggu performa komunitas pengiklan di Adsense.

Untuk jumlah CPC mana yang lebih besar In-article Ads atau Display & Text Ads? Dalam percobaan yang saya lakukan, nilai CPC kurang lebih sama saja, hanya saja nilai CPC untuk Display & Text Ads lebih konsisten, tidak seperti In-article Ads yang cenderung naik turun, asumsi sementara saya adalah karena jumlah Inventory Iklan In-article Ads yang tidak banyak seperti Display & Text Ads, yang menjadikan iklan yang tampil belum begitu relevant.

Hasil akhirnya lebih banyak yang mana, dari segi pendapatan harian? In-article Ads lah pemenangnya dengan jumlah pendapatan yang lebih besar antara 10-15% karena di bantu dengan CTR yang lebih besar.

# KESIMPULAN

Dengan demikian, harusnya sudah tergambar dengan jelas performa dari kedua buah jenis iklan Adsense tersebut, di mana masing-masing dari jenis iklan tersebut ada memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Untuk sekarang nilai klik CPC/BPK In-article Ads masih belum bisa konsisten di akibatkan alasan seperti yang saya jelaskan di atas, namun dari segi performa jelas lebih baik dari Display & Text Ads, terbukti dari ratio Page Views dan CTR di mana In-article Ads menang telak.

Selanjutnya pada iklan jenis In-article Ads juga lebih sedikit Blank, artinya hal ini akan meningkatkan pendapatan yang anda miliki, karena iklan lebih banyak muncul dengan potensi klik yang lebih besar.

Maka, dengan adanya experiment ini saya harap anda sudah mengerti terkait mana yang lebih baik, dan harapan lainnya adalah bisa membantu anda dalam pengambilan keputusan jangka panjang.

Selain itu hasil yang di tampilkan bisa saja berbeda dari punya saya, karena ada faktor lain, seperti kualitas artikel, panjang artikel dan lain sebagainya, tetapi kalau di ambil rata-rata maka hasilnya kurang lebih seperti yang saya dapatkan selama 6 hari masa percobaan tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan untuk kalian, karena menurut saya pengalaman dari experiment itu di lakukan memang untuk memudahkan bagi mereka yang membutuhkan, namun mau bagaimanapun itu harus ada cara mainnya dan tidak sembarangan, saya harap anda mengerti hal ini.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact